Apakah Pink Tide Kembali Muncul di Wilayah Amerika Latin? Berikut Papar Pakar UNAIR

    Apakah Pink Tide Kembali Muncul di Wilayah Amerika Latin? Berikut Papar Pakar UNAIR
     Potret Gabriel Boric, aktivis mahasiswa sayap kiri yang terpilih menjadi Presiden Chile pada tahun 2022. Boric juga merupakan pemimpin negara termuda di dunia, dengan usia 36 tahun (Sumber: New Yorker)

    SURABAYA – Dalam lima tahun terakhir, kontestasi elektoral di wilayah Amerika Latin melahirkan pemerintahan sayap kiri (left-wing). Tren ideologi mereka dapat didefinisikan sebagai sosialisme abad ke-21, yang merupakan antitesis dari aliran neoliberalisme dalam pemerintahan sayap kanan (right-wing). Beberapa contohnya adalah terpilihnya Gabriel Boric di Chile dan Gustavo Petro di Kolombia pada tahun 2022, serta Pedro Castillo di Peru.

    Banyak yang mengatakan bahwa Amerika Latin kini sedang memasuki kembali fenomena pink tide (gelombang merah jambu), yang sebelumnya pernah terjadi di Amerika Latin pada awal dekade 2000-an. Pakar Politik Amerika Latin UNAIR Dr Phil Siti Rokhmawati Susanto mengatakan bahwa pink tide kedua untuk saat ini lebih terbagi dan tidak menyeluruh seperti yang pertama.

    Varient - News & Magazine Script
    market.biz.id Varient - News & Magazine Script
    4% Rp 722.800
    Beli sekarang!

    “Jadi 50:50, ada wilayah yang kuat sekali pemerintahan sayap kirinya seperti di Bolivia dan Chile. Tetapi ada yang juga relatif tidak kuat, seperti di Brazil dan Kolombia, ” ujar dosen yang akrab disapa Irma itu.

    Irma menuturkan bahwa resurgensi pink tide ini dikarenakan ketidakpuasan masyarakat pada tata kelola pemerintahan di wilayah tersebut pada era 2010-an. Pada era tersebut, pemerintahan wilayah Amerika Latin cenderung sentris dan mengarah pada sayap kanan. Ia menambahkan bahwa dinamika ini serupa terjadi seperti pink tide pertama yang muncul karena kala itu, neoliberalisme sangat mendominasi dalam rezim-rezim di wilayah tersebut.

    “Ketidakpuasan itu biasanya muncul ketika suatu rezim bertahan terlalu lama, sehingga ia menjadi lame duck. Mungkin mereka waktu terpilih memiliki janji politik yang ambisius, tapi lama kelamaan menjadi payah dan tak inovatif. Misal di Brazil yang mereka dipimpin oleh tiga presiden sayap kiri sejak 1995, dari Cardoso, Lula, hingga Dilma Rousseff. Ketika Rousseff dimakzulkan karena korupsi, jadi naik Bolsonaro yang sangat kanan pemerintahannya. Dinamika dari left-wing ke right-wing, lalu ke left-wing lagi itu mungkin, ” papar Ketua Departemen Hubungan Internasional UNAIR itu pada Kamis (28/7/2022).

    Irma juga menuturkan bahwa naiknya pemerintahan sayap kiri ini tak bisa dipisahkan dengan efek pandemi COVID-19 dan resesi global yang menyebabkan naiknya inflasi. Saat ini, presiden-presiden tersebut berupaya mencari pola-pola baru dalam menstabilkan kembali perekonomian negara masing-masing. Ambil contoh adalah Luis Arce, presiden sayap kiri yang barusan naik tahta di Bolivia. Sebelumnya, ia merupakan Menteri Perekonomian dan Keuangan saat presidensi Evo Morales, seorang presiden sayap kiri yang berhasil membawa Bolivia pada era transformasi ekonomi di periode 2000-an.

    WARTAMADRASAH.COM
    market.biz.id WARTAMADRASAH.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    “Sebelumnya, Bolivia sempat setahun dipimpin oleh Jeanine Áñez, yang merupakan pemimpin sayap kanan. Jadi, terlihat bahwa orientasi dinamika pink tide kali ini lebih berfokus pada strategi-strategi penstabilan ekonomi, ” ujar alumni University of Münster itu.

    Salah satu penanda utama dari fenomena pink tide jilid satu adalah integrasi regional yang berpayung pada semangat Bolivarianisme, ideologi anti-imperialisme di wilayah tersebut. Namun, Irma skeptis bahwa negara-negara yang bergeser ke kiri itu akan membentuk suatu aliansi dalam waktu dekat.

    “Fokus dari mereka kini tentu adalah ke negara masing-masing, seperti upaya penekanan inflasi. Dapat dilihat sendiri bagaimana dampak sosio-ekonomi di Amerika Latin ketika COVID-19 menyerang, contoh di Ekuador yang sampai tak ada pemakaman. Revitalisasi kekuatan kolektif itu butuh waktu, kita lihat saja 4-5 tahun kedepan, ” pungkas Irma.

    Penulis: Pradnya Wicaksana

    Editor: Nuri Hermawan

    surabaya
    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono

    Artikel Sebelumnya

    Pakar Psikologi UNAIR Ungkap Peran Ibu dalam...

    Artikel Berikutnya

    Kabupaten Gresik Raih Dua Penghargaan Tingkat...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Syafruddin Adi

    Syafruddin Adi verified

    Postingan Bulan ini: 149

    Postingan Tahun ini: 1148

    Registered: Apr 8, 2021

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 112

    Postingan Tahun ini: 688

    Registered: May 25, 2021

    Narsono Son

    Narsono Son verified

    Postingan Bulan ini: 59

    Postingan Tahun ini: 263

    Registered: Jul 9, 2020

    Ryawan Saiyed

    Ryawan Saiyed verified

    Postingan Bulan ini: 45

    Postingan Tahun ini: 345

    Registered: Nov 23, 2021

    Profle

    Narsono Son verified

    Lapas Pasir Putih Nusakambangan Awali Bulan Agustus Dengan Coffee Break Bareng Kalapas
    Bahas Tata Cara Persidangan, Kapolres Sumbawa Hadiri Rapat dengan APH
    Berikan Motivasi Warga, Bhabinkamtibmas Desa Luk Ikut Gotong Royong Bersama Warga
    Sebagai Pembina Upacara, Kanit Binmas Polsek Plampang Berikan Motivasi Ke Pelajar

    Rekomendasi

    Danrem 084/Bhaskara Jaya Serahkan  Trophy Juara Satu Kompetisi Sepak Bola PSSI Liga Santri Piala KASAD
    Dari Puncak, AHY Minta Seluruh Kader Demokrat Persiapkan Upaya Raih Kemenangan di 2024
    Mas Dhito Beri Pelatihan Penguatan SDM BUMDes se Kab Kediri
    Kapolda Jatim Menerima Kunker Tim Kompolnas RI di Polda Jatim
    Program SIM Cak Bhabin Polrestabes Surabaya Permudah Para Disabilitas dan Masyarakat Buat Sim Baru

    Ikuti Kami